BAB 1
KONSEP
STRATEGI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
A.
Pengertian
kata strategi berasal dari kata Greek, strategos yang
berarti jenderal yang berhubungan dengan cara memenangkan peperangan. Sekarang
kata strategi dimaksudkan dengan cara terbaik untuk mencapai sesuatu.
Menurut Nana Sudjana, bahwa strategi mengajar merupakan tindakan
guru dalam melaksanakan rencana mengajar (tujuan, bahan, metode, dan alat
evaluasi) agar dapat mempengaruhi siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a plan,
method, or series of activities designed to achieves a particular educatonal
goal (J. R. David, 1976). Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu.
“strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang
harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara
efektif dan efisien” (Kemp, 1995)
Jenis-jenis strategi yang berkaitan dalam pembelajaran :
1. Strategi pengorganisasian pembelajaran
2. Strategi penyampaian pembelajaran
3. Strategi pengelolaan pembelajaran
B. Beberapa istilah dalam strategi pembelajaran
1. Metode
Merupakan upaya untuk mengimplementasikan recana yang sudah disusun
dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.
2. Pendekatan (Approach)
Merupakan titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran.
3. Teknik
Adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka
mengimplementasikan suatu metode.
4. Taktik
Gaya seseorang dalam melaksanakan suatu tenknik atau metode
tertentu.
C. Klasifikasi strategi belajar dan
pembelajaran
Menurut Tabrani Rusyan dkk. Ada berbagai
masalah sehubungan dengan strategi belajar mengajar yang secara sekeluruhan
digolongkan sebagai berikut :
1. Konsep dasar strategi belajar mengajar,
yaitu : (a) menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku (b)
menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar
mengajar dan memilih prosedur, metode dan teknik belajar mengajar (c) norma
kriteria dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
2. Sasaran kegiatan belajar,
3. Belajar mengajar sebagai suatu system,
adalah seperangkat komponen yang saling bergantung antar satu dan yang lainnya
untuk mencapai tujuan, komponen tersebut adalah : guru, siswa, metode, situasi,
tujuan, bahan dan evaluasi.
4. Hakikat PBM. Belajar adalah proses perubahan
perilaku (pengetahuan, keterampilan, sikap, bahkan aspek pribadi)
5. Entering behavior siswa. Guru harus mengetahui karakteristik
perilaku peserta didik.
6. Pola-pola belajar siswa.
7. Memilih sistem belajar mengajar
8. Pengorganisasian kelompok belajar
D. Implementasi belajar dan pembelajaran
proses belajar mengajar adalah suatu aspek lingkungan sekolah yang
dioraganisasi.
Tahap-tahap pengelolaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar
dapat diperinci sebagai berikut :
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengawasan
E. Jenis-jenis strategi belajar dan
pembelajaran
1. Strategi belajar ekspositori
2. Strategi pembelajaran inkuri
3. Pembelajaran kontekstual
F. Dasar pemilihan strategi pembelajaran
1. Tujuan pembelajaran
2. Aktivitas dan pengetahuan awal siswa
3. Integritas bidang studi/pokok bahasan
4. Alokasi waktu dan sarana penunjang
5. Jumlah siswa
6. Pengalaman dan kewibawaan pengajar
BAB
2
HAKIKAT,
CIRI & KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR
kegiatan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang dengan sengaja
diciptakan. Dalam kegiatan belajar mengajar terjadi interaktif antara peran
guru dengan siswa guna mewujudkan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sebagai
kegiatan yang bernilai edukatif, belajar mengajar mempunyai hakikat, ciri, dan
komponen. Ketiga aspek ini perlu betul guru ketahui dan pahami guna menunjang
tugas di medan pengabdian. Ketiga aspek ini diuraikan pada penjelasan berikut :
A. Hakikat belajar mengajar
Konsep pengajaran di sekolah kini berubah
menjadi pembelajaran. Karena Istilah
“pembelajaran” (instruction) lebih luas daripada “pengajaran” (teaching).
Pembelajaran harus menghasilkan belajar pada peserta didik dan harus dilakukan
suatu perencana yang sistematis, sedangkan pengajar hanya salah satu penerapan
strategi strategi pembelajaran diantara strategi-strategi pembelajaran yang
lain dengan tujuann utamanya menyampaikan informasi kepada peserta didik.
Oleh karena itu, hakikat belajar adalah
“perubahan” yang terjadi pada diri seseorang setelah berakhirnya melakukan
aktifitas belajar. Dan hakikat belajar mengajar adalah proses pembelajaran
(interaksi) yang dilakukan oleh guru dan peserta didik.
B. Ciri-ciri Belajar Mengajar
1. Memiliki tujuan
2. Ada suatu prosedur (jalannya interaksi)
3. Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan
satu peggarapan materi yang khusus
4. Ditandai dengan aktifitas anak didik
5. Dalam kegiatan belajar mengajar
dibutuhkan kedisiplinan
6. Adanya batas waktu
7. Evaluasi
BAB
3
KONSEP
BELAJAR
A. Pengertian Belajar
Beberapa definisi dari para ahli :
1.
W.H Burton, dalam buku the guidance of learning activities, mengemukakan
bahwa blajar adalah perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya
interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya
sehingga mereka mampu berinteraksi dengan lingkungannya
2.
Harold Spears mengemukakan “learning is to observe, to read, to
imitate, to try something them selves, to listen, to follow direction.” Belajar
adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu pada dirinya sendiri,
mendengar, dan mengikuti aturan.
3.
Ernest R. Hilgard dalam Introduction of Psychology mendifinisikan
belajar sebagai suatu proses perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan.
4.
James O. Whittaker, mengemukakan belajar adalah proses dimana
tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman
5.
Singer (1968) mendifinisikan belajar sebagai perubahan perilaku yang
relatif tetap yang disebabkan praktik atau pengalaman yang sampai dalam situasi
tertentu.
Bedasarkan beberapa definisi di atas,
maka dapat disimpulkan bahwa para ahli pendidikan memandang belajar sebagai
proses perubahan manusia ke arah yang
lebih baik dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Sedangkan pengertian
scara psikologis dari beberapa ahli menyatakan bahwa belajar merupakan suatu
proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dari lingkungannya
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
B. Ciri-ciri belajar
1. Perubahan yang terjadi secara sadar
2. Perubahan dalam belajar bersifat kontinyu
dan fungsional
3. Perubahan dalam belajar bersifat positif
dan aktif
4. Perubahan dalam belajar bersifat tidak
sementara
5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau
terarah
6. Perubahan mencangkup seluruh aspek
tingkah laku
C. Jenis-jenis belajar
1. Balajar bagian (part learning, fractioned
learning)
2. Belajar dengan wawasan (learning by
insight)
3. Belajar diskriminatif (discriminatif
learning)
4. Belajar global (global whole learning)
5. Belajar insidental (incidental learning)
6. Belajar instrumental (instrumental
learning)
7. Belajar intensional (intentional
learning)
8. Belajar laten (latent learning)
9. Belajar mental (mental learning)
10. Belajar produktif (productive learning)
11. Belajar verbal (verbal learning)
BAB
4
TEORI-TEORI
BELAJAR
A. Teori deskriptif dan preskriptif
Bruner (dalam dongen, 1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran
adalah preskriptif dan teori belajar adalah deskriptif, preskriptif karena
tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang
optimal, sedangkan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah
menjelaskan proses belajar.
B. Teori belajar behavioristik
Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku
sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon, stimulus adalah apa
saja yang diberikan oleh guru kepada pelajar dan respon berupa reaksi atau
tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.
Tokoh-tokoh aliran behavioristik :
1. Ivan pavlov (1927)
2. Edward lee thorndike (1874-1949)
3. Jhon watson (1878-1958)
4. Clark hull(1884-1952)
5. Edwin R guthrie
6. Burhus frederic skinner (1904-1990)
C. Teori belajar kognitivistik
Teori kognitif lebih cenderung mengutamakan proses belajar dari
pada hasil belajar. Menurut psikologi kognitif, belajar dipandang sebagai suatu
usaha untuk mengerti sesuatu. Usaha itu dilakukan secara aktif oleh siswa.
Keaktifan itu berupa mencari pengalaman, mencari informasi, memecahkan masalah,
mencermati lingkungan, mempraktekan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu.
D. Teori belajar konstruktivistik
Berbeda dengan teori yang sebelumnya, teori konstruktivistik
memahami hakikat belajar sebagai kegiatan manusia mambangun atau menciptakan
pengetahuan dengan cara mencoba memberi makna pada pengetahuan sesuai dengan
pengalamannya.
E. Teori belajar humanistik
Menurut teori humanistik, proses belajar harus dimulai dan
ditunjukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri.
F. Teori belajar sibernetik
Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu informasi.
Menurut teori ini belajar adalah pengolahan informasi, sekilas teori ini
mempunyai kesamaan dengan teori kognitif yang juga mementingkan proses, proses
memang penting dalam teori sibernetik, namun yang lebih penting adalah sistem
informasi yang diproses. Informasi inilah yang menentukan proses.
G. Teori belajar Revolusi-Sosio-Kultural
H. Teori belajar kecerdasan ganda
1. Kecerdasan bahasa
2. Kecerdasan logika/matematik
3. Kecerdasan visual/ruang
4. Kecerdasan musikal/ruang
5. Kecerdasan kinestetik//gerak tubuh
6. Kecerdasan intrapersonal
7. Kecerdasan interpersonal
8. Kecerdasan naturalis
9. Kecerdasan spiritual
10. Kecerdasan eksistensial
BAB
5
KONSEP
PEMBELAJARAN
A. Pengertian
Kesimpulan dari beberapa ahli yang sudah mengemukakan pendapatnya
tentang makna dari pembelajaran adalah segala upaya yang dilakukan oleh guru
(pendidik) agar terjadi proses belajar pada diri siswa
B. Ciri-ciri pembelajaran
Oemar hamalik (1999) memaparkan tiga ciri khas yang terkandung
dalam sistem pembelajaran, yaitu :
1. Rencana ialah penataan ketenangan,
material, dan prosedur yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran
2. Kesalingtergantungan, antara unsur-unsur
sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu keseluruhan. Masing-masing
memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran.
3. Tujuan, ciri ini menjadi dasar perbedaan
antara sistem yang dibuat manusia, seperti sistem transportasi,sistem
komunikasi, dll.
C. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada dasarnya adalah kemampuan yang diharapkan
dimiliki siswa setelah memperoleh pengalaman belajar.
BAB
6
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PROSES DAN HASIL BELAJAR
Proses belajar itu hanya dapat diamati jika ada perubahan prilaku
dari diri seseorang yang berbedaa dengan yang sebelumnya.
Menurut Gagne (winkel, 2007) ada beberapa tahap proses belajar,
yaitu :
1. Tahap Motivasi
2. Tahap Konsentrasi
3. Tahap Mengolah
4. Tahap Menyimpan
5. Tahap Menggali
6. Tahap Menggali 2
7. Tahap Prestasi
8. Tahap Umpan balik
Faktor yang mempengaruhi proses dan hasil
belajar
1. Kondisi psikologis
2. Kondisi fisiologis
3. Instrumental input
4. Environmental input
BAB
7
PRINSIP-PRINSIP
BELAJAR
A. Prinsip-prinsip belajar dan implikasinya
dalam pembelajaran
1. Perhatian dan motivasi
2. Keaktifan
3. Keterlibatan langsung
4. Pengulangan
5. Tantangan
6. Balikan dan penguatan
7. Perbedaan individual
Kemudian dijelaskan pula beberapa prinsip belajar dari ranah
pembelajaran.
1. Prinsip belajar kognitif
2. Prinsip belajar afektif
3. Prinsip belajar psikomotorik
BAB
8
GAYA
BELAJAR
Gaya belajar
Macam-macam gaya belajar :
A. Gaya belajar visual
Yang memegang peranan penting adalah
mata/pengelihatan (visual)
B. Gaya belajar auditori
Yang memegang peranan penting adalah
telinga/pedengaran (auditori)
C. Gaya belajar kinestetik
Yang memegang peranan penting adalah
pergerakan, dengan cara menyentuh dan melakukan, contoh : a). Bermain dengan
kata, b).bermain dengan pertanyaan, c). Bermain dengan gambar, d).bermain
dengan musik, e).bermain dengan bersosialisasi
BAB
9
MOTIVASI
BELAJAR
A. Pengertian
Motivasi berasal dari bahsa latin “movere” yang berarti menggerakan. Motivasi juga
berasal dari bahasa inggris “motivation” yang berarti dorongan.
Motivasi adalah suatu perubahan energi di
dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif(perasaan) dan
reaksi untuk mencapai sesuatu.
B.
Teori-teori motivasi
1.
Teori abraham maslow (1943-1970)
Beliau mengemukakan bahwa pada dasarnya
semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukannya dalam lima tingkatan
yang berbentuk piramid.

Aktualisasi
diri
Kebutuhan
penghargaan
Kebutuhan
sosial
Kebutuhan
rasa aman
Kebutuhan
fisiologis
2.
Teori frederick herzberg (1966)
Menurut herzberg
(1996), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai
kepuasan dan menghindari ketidakpuasan. Dua faktor tersebut disebutnya faktor
higiene (faktor ekstrinsik) dan motivator (faktor instrinsik).
3. Achievement theory mc clelland (1961)
Mc
clelland menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia,
yaitu :
a.
Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
b.
Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial)
c.
Need for power (dorongan untuk mengatur)
C.
Jenis-jenis motivasi
motivasi dapat dibedakan atas motivasi
instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Yang dimaksud dengan motivasi instrinsik
adalah motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri, sedangkan motivasi
ekstrinsik adalah motivasi yang bewrasal dari luar individu.
D.
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar
1.
Ciri-ciri pembelajaran
2.
Kemampuan pembelajaran
3.
Kondisi pembelajaran
4.
Kondisi lingkungan pembelajaran
5.
Unsur-unsur dinamis belajar pembelajaran
6.
Upaya gur dalam membelajarkan pembelajaran
BAB 10
MASALAH-MASALAH DALAM BELAJAR
A.
Masalah-masalah internal dalam belajar
1.
Sikap terhadap belajar
2.
Motivasi belajar
3.
Konsentrasi belajar
4.
Mengolah bahan belajar
5.
Meyimpulkan perolehan hasil belajar
6.
Menggali hasil belajar yang tersimpan
7.
Unjuk hasil belajar
8.
Rasa percaya diri siswa
9.
Kebiasaan belajar
10. Cita-cita siswa
B.
Masalah eksternal dalam belajar
1.
Guru dalam pembina siswa belajar
2.
Prasarana dan sarana pembelajaran
3.
Kebijakan penilaian
4.
Lingkungan sosial siswa
5.
Kurikulum sekolah
C.
Cara menentukan masalah belajar
1.
Pengamatan prilaku belajar
2.
Analisis hasil belajar
3.
Tes hasil belajar
BAB 11
BERBAGAI PENDEKATAN DALAM BELAJAR MENGAJAR
Ada
beberapa pendekatan yang diajukan dalam memecahkan berbagai masalah dalam
kegiatan belajar mengajar. Uraian mengenai pendekatan dalam pembelajaran adalah
sebagai berikut
A. Pendekatan individual
B. Pendekatan kelompok
C. Pendekatan bervariasi
D. Pendekatan edukatif
E. Pendekatan keagamaan
F. Pendekatan kebermaknaan
BAB
12
METODE
PEMBELAJARAN
Dalam bab
ini disajikan macam-macam metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk
mengimplementasikan strategi pembelajaran, yaitu :
A.
Metode kerja kelompok
B.
Metode kerja lapangan
C.
Metode sumbang saran
D.
Metode unit teaching
E.
Metode penemuan
F.
Metode eksperiment
G.
Metode kasus
H.
Metode demonstrasi
I.
Metode Tanya jawab
J.
Metode problem sovling
K.
Metode latihan
L.
Metode proyek
M.
Metode penyajian sistem regu
N.
Metode diskusi
O.
Metode ceramah
P.
Metode permainan
Q.
Metode cerita
R.
Metode pameran
S.
Metode studi mandiri
T.
Metode studi kasus
U.
Metode tutorial
V.
Metode insiden
W. Metode jigsaw
X.
Metode quantum
Y.
Metode perancangan
Z.
Metode GI (group investigation)
BAB 13
MEDIA PEMBELAJARAN
A.
Media pembelajaran
Adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi
menyampaikan pesan(bovee 1997), pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi
antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan
tanpa bantuan sarana penyampaian pesan atau media.
B.
Jenis-jenis media pembelajaran
1.
Teks
2.
Media audio, contoh : radio, alat perkam magnetik
3.
Media visual, contoh : gambar/foto,diagram,chart
4.
Media proyeksi gerak, contoh : film bingkai/film rangka
5.
Miniatur
6.
Manusia
C.
Landasan penggunaan media pembelajaran
1.
Landasan filosofis
2.
Landasan psikologis
3.
Landasan teknologis
4.
Landasan empiris